Breaking

Friday, April 28, 2017

Pembobolan Situs Resmi Telkomsel



                               

Pembobolan Situs Resmi Telkomsel

Pengamat Nukman Luthfie, mengatakan hasil riset memperlihatkan tingkat kepuasan konsumen atas layanan telekomunikasi secara umum cukup rendah. Ketidakpuasan ini sudah sering disalurkan melalui media sosial.


"Ketika ada pihak yang meretas situs Telkomsel, yang isinya adalah agar tarif Telkomsel turun, lebih murah, itu sesuai dengan sentimen publik. Sebagian dari publik merasa tarif Telkomsel mahal dan kurang memuaskan, makanya momen ini dipakai," kata Nukman kepada wartawan BBC Indonesia, Mohamad Susilo.


"Ketidakpuasan sudah ada, sudah dicurahkan ke media sosial, tapi begitu ada peretasan, momentum ini dipakai kembali untuk kembali (ketidakpuasan)."

"Cuma saya perlu mengingatkan bahwa peretasan atau pembobolan situs adalah tindakan kriminal. Itu tidak boleh dilakukan meski untuk menyalurkan suara protes dari pelanggan," kata Nukman.

Apakah Tarif Akan Turun ??


Menurut Pengamat Nukman Luthfie, mengatakan protes seperti ini kecil kemungkinannya akan mendorong Telkomsel atau perusahaan operator lain di Indonesia untuk menurunkan harga.


"Tarif itu ditentukan secara bersama, kalau tak salah ada peran pemerintah di situ ... jadi publik tak punya banyak pilihan. Protes apa pun yang disuarakan publik, itu sulit mengubah layanan. Selama ini mereka juga sudah protes, tapi tak ada perubahan. Tapi yang perlu diingat sekali lagi, meretas itu tak bisa dibenarkan," kata Nukman. Ia menambahkan sudah ada perang harga di antara perusahaan-perusahaan telekomunikasi dalam beberapa tahun terakhir yang berimbas pada harga, namun sebagian pengguna merasa harganya masih mahal.


Menanggapi keluhan para pelanggan seluler ini, Tulus Abadi, ketua harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia, mengakui bahwa layanan masih belum memuaskan sementara harga yang ditawarkan mahal.

No comments:

Post a Comment